http://1.bp.blogspot.com/-JAztj-i4vZA/UUQkuy5nbyI/AAAAAAAAAG0/Pwxi7oq1hck/s1032/HEADER.png

Minggu, 07 April 2013

Bertualang Naik Motocross di Gunung Bromo, Berani?

 Selain berkuda, cara asyik untuk bertualang di sekitar Gunung Bromo adalah naik motocross. Ada rasa deg-degan dan menegangkan saat Anda melintasi lautan pasir dan Penanjakan dengan motor ini. Seru!


Saat melakukan Kuliah Kerja Nyata pertengahan tahun 2011 di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo Malang, saya berkesempatan untuk bertualang ke Gunung Bromo dengan cara yang beda. Bermodal motocross modifikasi lokal, hasil meminjam dari perangkat desa setempat, kami mencoba menyusuri hamparan perbukitan dan padang pasir Bromo.

Perjalanan dimulai dari Desa Ngadas, desa yang berada di ketinggian 2.100 mdpl ini masuk ke wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa Ngadas merupakan desa Tengger asli dan merupakan satu-satunya desa yang ada di dalam di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru sehingga termasuk desa enclave.

Dari desa ini, perjalanan dilakukan ke arah timur sampai ke pertigaan Jampang yang merupakan persimpangan jalan ke lembah Bromo dan ke desa Ranu Pane. Jarak sekitar 6 km dengan rute menanjak dan berkelok ekstrim merupakan tantangan tersendiri. Kami harus sigap dalam mengatur bukaan gas dan kopling agar motor tetap kuat menanjak.

Dari persimpangan Jampang, jalan menurun sepanjang lembah ilalang Bromo yang terkenal lewat film '5 Cm'. Di sini kami harus berhati-hati agar motor tidak terperosok ke jurang yang berada di sisi kanan jalan. Setelah mencapai dasar lembah , kami disuguhi pemandangan yang luar biasa indah yang layaknya di luar negeri, serasa asing dan amazing!

Setelah menyusuri lembah ilalang, kami sampai di pinggiran lautan pasir Bromo. Jika traveler lain yang menaiki motor biasa atau menumpang mobil Jeep harus mengikuti jalur yang ada, kami yang menggunakan motocross bebas memilih jalur yang akan dilewati.

Kami mengambil jalan pintas menuju kaki gunung Bromo melewati 'sungai pasir'. Di sana terdapat retakan-retakan besar yang dapat kami jelajahi dengan motocross.

Dengan mengambil jalan pintas, kami dapat lebih cepat tiba di kaki Gunung Bromo. Langsung saja, kami memacu motocross mendaki gunung yang nampaknya tidak terlalu tinggi ini. Sampai sepertiga jalan, kami masih dengan mudah melahap tanjakan pasir yang mulai curam.

Namun sampai di tengah perjalanan mencapai puncak kawah Gunung Bromo, kami tidak dapat lagi melanjutkan perjalanan dengan naik motocross. Sebab, tanjakan semakin curam dan ditambah pasir yang dilalui semakin dalam.

Ini membuat motocross kami terperosok saat mencoba mendaki lebih tinggi lagi. Ditambah padatnya wisatawan sepanjang jalur Pendakian, mempersulit usaha kami menaklukkan Gunung Bromo ini dengan motocross ini.

Cukup puas dengan mencapai pertengahan Gunung Bromo, kami pun melepas lelah sejenak menikmati pemandangan lautan pasir dengan background bukit Penanjakan, Gunung Batok dan Pura Ponten yang terlihat dari kejauhan. Sungguh pengalaman yang sangat menakjubkan dan memacu adrenalin. Really worth to try!
sumber : detiktravel.com


Sameera ChathurangaPosted By Sutrisno A. Malik

Siap Melayani Pembelian Tiket Pesawat Murah dan Cepat Untuk Anda '24 JAM'.

Hubungi saya via:

- Twitter: @sutrisnoam / @sindangwangitur

- Facebook: sindangwangitour - Phone / Whatsapp: 0812 2823 9730

0 Responses So Far:

Poskan Komentar